Sejarah Desa

Suatu Desa pasti mempunyai riwayat atau sejarah asal usul desa tersebut. Secara umum di tanah Jawa  asal usul nama suatu desa  selalu berhubungan dan terkait dengan suatu peristiwa penting atau kondisi lingkungan dan alam yang ada dan terjadi pada zaman dimana desa itu mulai terbentuk.

Umumnya pemberian nama suatu desa berdasar pada suatu latar belakang peristiwa sejarah yang dijadikan simbol, karakter atau icon serta harapan desa tersebut , yang dapat di kategorikan sebagai beikut :

  1. Berhubungan dengan Tumbuhan ( Pohkecik, Pohjejer, Nongkojajar)
  2. Berhubungan dengan alam ( Kedunggede,Sendangbiru,Karanggeneng)
  3. Berhubungan dengan tokoh (Misalnya : Pugeran dari Pangeran Puger, Karangkuten dari Ra Kuti)
  4. Berhubungan dengan Harapan dan Cita cita( mislanya Tulungangung, Sidodadi, Kutorejo)

Tumbuh tumbuhan, alam sekitar dan tokoh adalah icon dan atribut yang dapat dijadikan symbol khusus untuk suatu desa dengan karakter yang membedakan dengan desa desa lain.

Akan tetapi sejarah desa secara umum biasanya masih terkumpul dalam bentuk legenda atau mithos yang tertutur tinular dari mulut ke mulut para sesepuh desa,  upaya untuk mendokumentasikan masih jarang dilakukan. Demikian pula dengan sejarah Desa Tumapel.

Asal usul ( Legenda ) Desa

Menurut sumber cerita dari  para sesepuh desa, bahwa terjadinya desa tumpel dalah sebagi berikut. Konon didusun dempel terbagi dua daerah masing-masing mempunyai kepala dusun sendiri-sendiri  1. Daerah KANOMAN dan 2. Daerah tanpa nama (lupa namanya) dari kedua daerah tersebut akhirnya berperang untuk merebut kekuasaan dan awal peperangan berada di daerah utara dusun dempel sehingga daerah tersebut diberi nama Dusun Tarukan (asal kata dari tarung/ pertempuran) dan dalam peperangan tersebut dari kedua belah pimpinan akhirnya terjadi dempet / kempel (bahasa jawa) sehingga terjadilah dusun dempel yang berarti kempel / dempet sehingga berpengaruh pada perilaku rakyat / warga desa tersebut atau (bahasa jawa makan ndak makan asal kumpul). Terus pertarungan berakhir di sebelah selatan dusun dempel sehingga terjadilah dusun seduri berasal dari kata sadar diri / akan persaudaraan. Dimana dusun seduri dipimpin Kepala Dusun pertama yang bernama P. KASTAM yang merupakan mertua dari P.KERTOWONGSO (Kepala Desa pertama Desa Tumapel), dari masing-masing ke tiga dusun tersebut yaitu Dusun Tarukan, Dusun Dempel, Dusun Seduri. Dari ke tiga dusun tersebut dahulu kala masing-masing dipimpin oleh seorang lurah, dan akhirnya masing-masing lurah bersepakat untuk bersatu di bawah pimpinan satu lurah sehingga dengan bersatunya lurah tersebut menjadi satu desa yang bernama DESA TUMAPEL, yang dikepalai oleh seorang lurah yang bernama P.KERTOWONGSO, yang berdomisili di dusun seduri. Kata tumapel diangkat dari kata ”PEL” yang dicuplik dari nama belakang dusun dempel karena dusun dempel tersebut warganya lebih besar dan berada di tengah-tengah antara Dusun Seduri dan Tarukan. Demikianlah kurang lebihnya cerita oleh para sesepuh tentang terjadinya Desa Tumapel.

Desa Tumapel terdiri dari 3 dusun yang diantaranya.

  1. Dusun Seduri
  2. Dusun Dempel
  3. Dusun Tarukan

Di tiap-tiap dusun dibawah pimpinan  Kasun (Kepala Dusun) yang dibantu RT/ RW. Kapan dimulainya ada pemerintahan desa Tumapel tidak diketahui dengan  jelas(pasti) karena narasumber yang dapat menceritakan awal mulanya desa Tumapel sudah tidak ada(meninggal)berdasarkan dari hasil wawancara kami dengan narasumber yang sekarang umurnya 60 tahun sampai 70 tahun mengalami beberapa generasi pemerintahan yang antara lain sebagai berikut:

  1. Masa Pemerintahan P.TARIBAN

Pak Tariban berdomisili di dusun Dempel beliau memerintah selama 3 tahun dari tahun 1970-1973 yang konon ceritanya rumah warga mayoritas dari bambu.

  1. Masa Pemerintahan P. PITONO

Pak Pitono berdomisili didusun Tarukan masa pemerintahan selama 16 tahun dari     tahun 1974-1990 di masa pemerintahan Pak Pitono malailah banyak kegiatan pembangunan antara lain pembuatan balai dasa yang terletak di dusun Dempel,membuat lapangan olah raga,membuat jembatan balai desa, membuat jembatan sekolah,jembatan Seduri,jembatan Tarukan menuju sawah,membangun gapura batas desa di dusun Tarukan.Di tahun 1970an di masa pemerintahan beliau desa Tumapel pernah mengikuti lomba desa tingkat nasional ynga di lomba meliputi:lingkungan,administrasi,KB,dan PKK yang mana di hadiri oleh pejabat asing(negara India).Dan sekitar tahun 1982 masuklah listrik atau PLN pertama kali di desa Tumapel.

  1. Masa Pemerintahan P. MARSAM

Pak Marsam berdomisili di dusun Dempel, beliau memimpin antara tahun 1991-1995 (karena wafat) dan sisa masa jabatannya dari tahun 1995-1998 di isi oleh pejabat sementara (Pak S. Warsono selaku sekdes Tumapel). Pembangunan yang dicapai pada masa beliau antara lain merenofasi masjid di dusun Dempel, pembuatan jembatan lapangan  dan pembuatan langgar / mushollah di dusun Seduri sebelah selatan.

  1. Masa Pemerintahan P.PURWANTO

Pak Purwanto berdomisili di dusun Dempel.Beliau memerintah selama 8 tahun dari tahun 1999-2006.Pembangunan yang dicapai antara lain pembangunan balai dusun di masing-masing dusun ,pengaspalan jalan dusun, pembangunan langgar di dusun Tarukan sebelah utara, pembangunan gapura pintu masuk dusun Dempel, renovasi balai desa dan mulai berdirinya pabrik Baja.

  1. Masa Pemerintahan P.SUGIANTO

Pak Sugianto berdomisili di dusun Dempel.Beliau memerintah pada tahun 2007 – 2013 & 2013 – Sekarang.Pak Sugianto berawal menjabat kasi pemerintahan desa Tumapel selama 22 tahun, Pak Sugianto dalam masa pemerintahannya sangatlah disegani karena beliau memperhatikan apa yang menjadi keinginan masyarakat, pembangunan yang dilaksanakan selama ini antara lain renovasi Balai Desa,dan munculnya program PNPM-MP yang mana sangat membantu masyarakat dalam bidang pembangunan Desa dan kesejahteraan masyarakat.